Arsip Buddhism

Kamma

Posted by bhalanetra pada Februari 17, 2009

Perbuatan yang dilakukan oleh jasmani, perkataan dan pikiran yang baik maupun yang jahat disebut Kamma. Keadaan yang menghasilkan perbuatan juga disebut Kamma.
Sang Buddha pernah bersabda :
“0, Bhikkhu, kehendak untuk berbuat (cetana) itulah yang Aku namakan Kamma. Sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan jasmani, perkataan dan pikiran”.

Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia lekas putus asa dan juga bukan ajaran tentang adanya nasib yang sudah ditakdirkan.

Memang segala sesuatu yang telah lampau mempengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini, akan tetapi tidak menentukan seluruhnya karena Kamma meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini, dan yang telah lampau bersama-sama dengan apa yang terjadi pada saat sekarang mempengaruhi pula halhal yang akan datang. Apa yang telah lampau sebenamya merupakan dasar tempat hidup sekarang berlangsung dari satu saat ke saat lain, dan apa yang akan datang masih akan dijalankan. Oleh karena itu, saat sekarang, saat yang nyata dan berada dalam tangan kita sendiri ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Semua perbuatan pada umumnya menimbulkan akibat dan akibat ini merupakan pula sebab lain yang menghasilkan akibat yang lain, dan begitu seterusnya sehingga Kamma sering juga disebut sebagai “hukum sebab dan akibat”.

Sang Buddha Gotama pernah bersabda :
“Sesuai dengan benih yang telah ditabur, Begitulah buah yang akan dipetiknya, Pembuat kebaikan akan mendapatkan kebaikan, Pembuat kejahatan akan mendapatkan kejahatan pula, Taburlah biji-biji benih, dan Engkau pula yang akan merasakan buah-buah dari padanya”.

Sebagaimana telah diterangkan’di atas, perbuatan yang dilakukan oleh jasmani (kaya), perkataan (vaci) dan pikiran (mano) yang baik (kusala) maupun yang jahat (akusala) disebut Kamma, Jadi, Kamma itu dapat timbul dari tiga jalan, yaitu :
1. Kaya- Kamma (Perbuatan dari jasmani)
2. Vaci-Kamma (Perbuatan dari perkataan)
3. Mano-Kamma (Perbuatan dari pikiran)

Bila ketiga macam Kamma tersebut di atas dihubungkan dengan yang baik (kusala) dan yang jahat (akusala), maka Kamma tersebut menurut kedudukannya (pakatthanacatukka) digolongkan dalam 4 (empat) bagian, yaitu:

1. Akusala-Kamma (Perbuatan jahat)
Yaitu cetana (kehendak) yang berada dalam Akusala-citta 12.
a. Akusala-Kamma terbagi 3 bagian, yaitu :
1. Akusala-Kaya-Kamma (Perbuatan jahat melalui jasmani) yang terdiri atas 3 macam :
2. Panatipata: Pembunuhan
3. Adinnadana: Pencurian
4. Kamesumicchacara: Perzinaan.
b. Akusala-Vaci-Kamma (Perbuatan jahat melalui perkataan) yang terdiri atas 4 macam:
1. Musavada: Berdusta
2. Pisunavaca: Berbicara memfitnah
3. Pharusavaca: Bicara kasar
4. Samphappalapa: Bicara hal-hal yang tidak perlu atau omong kosong.
c. Akusala-Mano-Kamma (Perbuatan jahat melalui pikiran) yang terdiri atas 3 macam :
5. Abhijjha: Napsu lobha.
6.Byapada: Dendam/kemauan jahat
7. Miccha-ditthi: Pandangan salah.

2. Kamavacarakusala-Kamma (Perbuatan baik disertai napsu indera)
Yaitu cetana (kehendak) yang berada dalam Mahakusala-citta 8.
a. Kamavacarakusala-Kamma terbagi dalam 3 bagian, yaitu :
1. Kusala-Kaya-Kamma (Perbuatan baik melalui jasmani) yang terdiri atas 3 macam:
2. Panatipata veramani : Menahan diri dari pembunuhan.
3. Adinnadana veramani : Menahan diri dari pencurian.
4. Kamesumicchacara veramani Menahan diri dari perzinaan.
b. Kusala-Vaci-Kamma (Perbuatan balk melalui perkataan) yang terdiri atas 4 macam :
1. Musavada veramani : Menahan diri dari berdusta.
2. Pisunaya vacaya veramani : Menahan diri memfitnah.
3. Pharusaya vacaya veramani : Menahan diri dari bicara kasar.
4. Samphappalapa veramani : Menahan diri dari bicara hal-hal yang tidak perlu atau omong kosong.
c. Kusala-Mano-Kamma (Perbuatan baik melalui pikiran) yang terdiri atas 3 macam:
1. Anabhijjha: Tidak mempunyai napsu loba.
2. Abyapada: Tidak mempunyai kemauan jahat.
3. Samma-ditthi: Berpandangan benar.

3. Rupavacarakusala-Kamma (Perbuatan baik yang berkenaan dengan Rupa-Jhana)
Yaitu cetana (kehendak) yang berada dalam Rupavacarakusala-citta 5 (Rupa-jhana 1,2,3,4,5).

4. Arupavacarakusala-Kamma (Perbuatan baik yang berkenaan dengan Arupa-Jhana)
Yaitu cetana (kehendak) yang berada dalam Arupavacara-Citta 4 (Arupa jhana: Akasanancayatana-Jhana sampai dengan Nevasannana Sannayatana jhana).

Tetapi, bila kita. membicarakan Kamma menurut jangka waktunya (Pakakalacatukka), menurut sifat kerjanya (kiccacatukka), dan menurut sifat hasilnya (pakadanapari yayacatukka), maka Kamma dapat dibagi dalam tiga (3) golongan besar atau disebut juga KAMMA 12, yaitu :

I. Pakakala-catukka (Menurut jangka waktunya).
1. Ditthadhamma Vedaniya Kamma adalah Kamma yang berbuahnya juga dalam kehidupan sekarang.
2. Upajja Vedaniya Kamma adalah Perbuatan yang kita lakukan sekarang, hasilnya tepat di kehidupan yang akan datang.
3. Aparapara Vedaniya Kamma adalah Perbuatannya itu hasilnya berturut-turut selama kehidupannya berlansung.
4. Ahosi Kamma adalah Kamma yang tidak bisa berbuah lagi, karena jangka waktu berbuah dan kondisi pendukungya sudah habis.

II. Kicca-catukka (Menurut sifat kerjanya).
1. Garuka Kamma adalah Perbuatan yang akibatnya paling besar atau kuat. Yang termasuk Akusala Garuka Kamma.
2. Asañña Kamma adalah Perbuatan yang dilakukan menjelang kematian yang kekuatnnya paling kuat. Jadi misalnya saat kita berada pada menjelang kematian maka setelah itu kita akan dilahirkan di alam sesuai dengan pkiran pada saat menjelang kematian itu, misalnya saja marah maka setelah itu akan terlahir di alam Neraka. Namun itu sesuai dengan karma baik kita juga. Jika karma baik kita menopang maka terlahir di alam Neraka hanya sebentar. Begitu pula sebaliknya.
3. Aciñña Kamma adalah Perbuatan yang dilakukan terus menerus yang akhirnya akan menjadi watak atau kebiasaan ( karena kebiasaan yang dilakukan ).
4. Katatta Kamma adalah Kekuatan yang paling ringan atau cetananya ringan.

III. Pakadanaparidya-catukka (Menurut sifat hasilnya).
1. Janaka Kamma adalah Kamma yang berfungsi untuk mendorong kelahiran suatu makhuk (potensi).
2. Upatahmbaka Kamma adalah Kamma yang fungsinya untuk memperkuat, menambah Janaka Kamma jadi hasilnya bisa menjadi besar (kamma yang searah).
3. Upapilaka Kamma adalah Kamma yang mengurangi kekuatan Janaka Kamma yang arahnya berlawanan.
4. Upaghataka Kamma adalah Kamma yang berfungsi untuk menghancurkan kekuatan dari Janaka Kamma.

10 kamma baik:
1. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehidupan yang akan datang.
2. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbahagia.
3. Bermeditasi berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam sorga.
4. Berendah hati dan hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur.
5. Berbakti berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat.
6. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banyak hal.
7. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan.
8. Sering mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan.
9. Menyebarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan.
10. Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan.

10 kamma buruk:
1. Pembunuhan akibatnya pendek umur, berpenyakitan, senantiasa dalam kesedihan karena terpisah dari keadaan atau orang yang dicintai, dalam hidupnya   senantiasa berada dalam ketakutan
2. Pencurian akibatnya kemiskinan, dinista dan dihina, dirangsang oleh keinginan yang senantiasa tak tercapai, penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain.
3. Perbuatan asusila akibatnya mempunyai banyak musuh, beristeri atau bersuami yang tidak disenangi, terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal perasaan seksnya.
4. Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan, tidak dipercaya khalayak ramai.
5. Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti.
6. Kata-kata kasar dan kotor akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain.
7. Omong kosong akibatnya bertubuh cacat, berbicara tidak tegas, tidak dipercaya oleh khalayak ramai.
8. Keserakahan akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan.
9. Dendam, kemauan jahat / niat untuk mencelakakan mahluk lain akibatnya buruk rupa, macam-macam penyakit, watak tercela.
10. Pandangan salah akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya, kurang bijaksana, kurang cerdas, penyakit yang lama sembuhnya, pendapat yang tercela.

5 kamma baik yang berat (Kusala Garuka Kamma)
5 kamma sangat berat di bawah ini cuma bisa dilakukan sesudah sebelumnya memiliki 5 sila:
1. Kusala Kamma yang mengarah pada kelahiran di alam manusia (melakukan 5 sila) dan dewa (melakukan banyak kebaikan selain 5 sila).
2. Meditasi rupa jhana (Kusala Kamma yang mengarah pada kelahiran di alam materi (brahma yang bertubuh fisik)).
3. Meditasi arupa jhana (Kusala Kamma yang mengarah pada kelahiran di alam gaib (brahma yang bertubuh pikiran)).
4. Vipassana (Kusala Kamma yang mengarah pada pendapatan magga (buah kesucian), yang bisa mengakhiri kelahiran kembali, melalui pencapaian Nibbana).

5 kamma buruk yang berat (Akusala Garuka Kamma)
5 kamma sangat berat di bawah ini berakibat terlahir di neraka:
1. Membunuh ibu.
2. Membunuh ayah.
3. Membunuh seorang Arahat.
4. Melukai seorang Buddha.
5. Menyebabkan perpecahan dalam Sangha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: