Arsip Buddhism

Haruskah Seorang Buddhist Menjadi Vegetarian?

Posted by bhalanetra pada Oktober 19, 2009

Banyak alasan penting mengapa kita harus memilih tidak makan daging, bukan alasan emosional atau sentimental, tetapi merupakan alasan-alasan meyakinkan dan ilmiah. Bila alasan-alasan itu dipikirkan secara mendalam tentulah mulai saat ini juga kita akan beralih kepada makanan vegetaris.
Bangsa Eskimo, hidup sebagain besar dari daging dan lemak dan cepat sekali menjadi tua, panjang usia rata-rata 27,5 tahun. bangsa Krigis, suatu bangsa Nomad di Rusia Timur sebagian besar makanannya terdiri dari daging, cepat menjadi tua dan cepat pula mati, jarang usia mereka melampaui 40 tahun. Sebaliknya penelitian yang di lakukan oleh para antropologi terhadap suku-suku bangsa yang tidak memakan daging, memiliki kesehatan cemerlang, daya tahan, dan umur panjang, dinikmati misalnya oleh suku-suku bangsa Hunza di Pakistan, suku bangsa Otonomi di Mexico dan penduduk asli barat daya Amerika.

Penyebab pemakan daging lebih banyak menderita satu penyakit dan mudah mati:
1 Proses Peracunan
Sesaat sebelum binatang itu di sembelih, biokimia binatang yang ketakutan itu mengalami perubahan. Produksi racun di paksakan keluar mengalir di seluruh tubuh, dengan demikian racun rasa sakit menyebar keseluruh daging.
Sekarang sudah jelas diketahui bahwa emosi mengakibatkan perubahan sangat besar pada susuanan biokimia tubuh, khususnya perubahan hormon pada darah. Badan kita menjadi sakit ketika sangat marah atau takut. Demikian juga binatang itu, akan mengalami perubahan biokimia dalam situasi berbahaya. Kadar hormon di dalam darah binatang khususnya hormon Adrenalin, berubah dengan pesat ketika binatang itu melihat binatang lain menderita dan mati disekitar dirinya dan mereka berontak sekuat tenaga namun sia-sia untuk mendapatkan kebebasan. Sejumlah besar hormon itu tetap melekat pada daging dan meracuni sel-sel tubuh manusia yang memakannya, juga dapat mengganggu pikiran. Menurut Institut di Amerika, daging binatang itu penuh dengan darah beracun dan yang lain terbuang karena produksi.
2. Proses Pembusukan
Segera setelah binatang itu dibunuh, protein di dalam jaringan tubuhnya mengumpul, dan enzym penghancur dibebaskan (disebarkan). Ini tidak seperti tumbuh-tumbuhan yang memiliki dinding sel yang tebal dan system peredaran yang sederhana. Segera terbentuk zat pembusuk yang disebut Ptomaines , karena Ptomaines yang terbebas segera telah mati, daging binatang, ikan dan telur segera mengurai dan membusuk. Sampai pada ketika binatang yang dipotong itu diangkut kedalam ruang pendingin , pada waktu itu mengalami masa pematangan, lebih-lebih daging itu masih harus diangkut dari rumah potong, dibeli oleh pembeli, dibawa pulang, disimpan, disiapkan dan dimakan, disini dapat di bayangkan sampai berapa jauh proses pembusukan itu berlangsung.
Daging lambat sekali perjalanannya di dalam sistim pencernaan manusia, lebih-lebih karena sistem pencernaan manusia itu memang tidak diciptakan untuk mencerna daging. Daging itu memerlukan waktu 5 hari untuk bisa keluar seluruhnya dari dalam badan sementara makanan vegetarian hanya memerlukan waktu 1,5 hari. Selama waktu itu, produk-produk yang menyebabkan penyakit yaitu hal dari pembusukan daging terus menerus bersinggungan dengan alat-alat pencernaan. Kebiasaan memakan daging dengan karakteristik pembusukan-nya yang menghasilkan zat-zat racun itu akan dapat dalam waktu relatif singkat menghancurkan sistem pencernaan kita itu sebelum waktunya.
Daging mentah yang terus menerus mengalami pembusukan dapat mencemari tangan tukang masak dan mencemari semua yang lain yang disentuh olehnya. Para petugas kesehatan masyarakat di Inggris, setelah tersebar keracunan makanan yang bersumber dari rumah penjagalan, memperingatkan kepada ibu rumah tangga agar memperlakukan daging mentah dari sudut pandangan higienisnya, seperti memperlakukan kotoran sapi; sering bakteri beracun tidak dimusnahkan wlau dengan memasaknya, terutama apabila dagingnya itu di masak setengah matang, dipanggang atau sekedar di panasi, semua ini merupakan sumber infeksi yang sangat berbahaya.
3. Pembuangan yang Buruk
Karena sistim pencernaan kita tidak dirancang untuk mencerna daging, maka sebagai akibatnya proses pembuangan pemakan daging ini tidak sempurna. Daging itu merupakan makanan yang hampir tidak berserat, dan makanan sedemikian itu memiliki kekurangan sebagai berikut; ia bergerak lambat sekali di sepanjang sistem pencernaan manusia (empat kali lebih lambat daripada biji-bijian dan sayur-sayuran) sehingga memakan daging itu mengakibatkan sembelit kronis sangat biasa di temukan pada pemakan daging.
Penelitian yang baru-baru ini dilakukan jelas menunjukkan bahwa pola pembuangan yang sempurna hanya dapat diberikan oleh makanan vegetarir, sayur mayur, padi-padian dan buah-buahan, mempertahankan kelembaban dan menggumpal untuk memudahkan pembuangan. Orang-orang vegetarian mendapatkan serat makanan sewajarnya dari makanan yang dimakan sehari-hari dan mendapatkan keuntungan karena memakan makanan tersebut ini mempunyai sifat melindungi dari berbagai penyakit. Menurut penelitian yang dilakukan, serat alamiah itu diperkirakan dapat mencegah penyakit appendicities, diverticulitis, kanker lambung, penyakit jantung, Ginjal, Prostat dan kegemukan.

Guna menjadi vegetarian:
1. Umur panjang (longevity)
banyak penelitian menunjukan bahwa secara umum , seorang vegetarian bisa hidup 5 atau 20 tahun lebih lama dibandingkan dengan orang biasa (non vegetarian). selain itu mereka memilki kualitas kehidupan yang lebih baik.
2. Resiko penyakit jantung koroner rendah
karena rendahnya kandungan lemak dan kolesterol yang rendah pada makanan vegetarian, resiko penyakit jantung koroner menjadi lebih rendah. resiko penyakit kematian pada penyakit jantung bagi vegetarian hanya setengah lebih kecil dibanding dengan non vegetarian.
3. Resiko penyakit kanker berkurang
Menjadi seorang vegetarian menurut jurnal British Medical journal dapat mengurangi 50% – 76% dari semua penyakit kanker. kematian akibat kanker banyak dihubungkan pada kegemukan dan makanan berlemak tinggi serta berserat rendah pada makanan hewani. vitamin A dan C juga dapat melindungi dari kanker kolon. Diet makanan yang berlemak rendah bisa melindungi dari kanker prostat dan kanker payudara.
4. Dapat mencegah penyakit di usus.
Makanan yang berserat tinggi akan memperlancar makanan dalam sistem pencernaan sehingga mengurangi resiko gangguan pencernaan seperti kanker usus, ambeien, diverticulosis, usus buntu, konstipasi, dll.
5. Mengurangi osteoporosis.
Konsumsi protein yang rendah da lebih banyak vitamin D dan kalsium bisa mempertinggi densitas tulang pada vegetarian Sedangkan makanan hewani dapat meningkatkan resiko osteopororsis dan rematik.
6. Menghindari obesitas
Makanan vegetarian yang rendah lemak dan tinggi serat akan mengurangi resiko obesitas. Dengan demikian resiko penyakit lain juga akan menurun.
7. Mencegah dan mengurangi Hipertensi
Makanan vegetarian yang kaya dengan kalsium seperti : pisang, seledri, sayur hijau, tempe terbukti dapat mengurangi tekanan darah. Penelitian membuktikan tekanan darah orang yang ber vegetarian rata rata 110/70mmHg. Bahkan penderita hipertensi mengubah dietnya menjadi vegetarian terbukti dapat menurunkan tekanan darah secara bermakna.
8. Stamina (endurance)
Sumber yang paling baik untuk stamina adalah makanan yang berkabohidrat. Makanan vegetarian kaya dengan karbohidrat sehingga menyediakan energi yang berlimpah untuk aktivitas sehari hari.

3 jenis vegetarian:
1. Pesco/pollo Vegetarian (semi-vegetarian) adalah kelompok yang masih mengkonsumsi produk daging tertentu misalnya daging ayam dan ikan tapi meninggalkan kelompok daging merah.
2. Lacto-ovo Vegetarian adalah kelompok yang masih mengkonsumsi telur dan produk susu dan menghindari segala jenis daging termasuk ikan. Kelompok yang mengkonsumsi susu tapi tidak mengkonsumsi telur disebut lacto-vegetarian, sedangkan yang mengkonsumsi telur tapi tidak mengkonsumsi susu disebut ovo-vegetarian.
3. Vegan adalah kelompok yang meninggalkan sama sekali produk hewani dan turunannya, termasuk gelatin, keju, yogurt dan juga menghindari madu, royal-jeli dan produk turunan serangga. Sebagian penganut vegan menghindari penggunaan produk hewani seperti kulit hewan ataupun kosmetik yang mengandung produk hewani.

http://unhicommunity.blogspot.com/2009/09/alasan-kenapa-menjadi-vegetarian.html

Tapi apa seorang buddhist harus menjadi vegetarian?
Untuk menjawab pertanyaan itu, sutta-sutta tertua (karena khuddaka nikaya bukanlah ucapan Buddha) dan Vinaya Theravada akan menjadi sumber referensi kita.

Majjhima Nikaya 55
Tabib Raja, Jivaka Komarabhacca, datang mengunjungi Sang Buddha. Setelah memberi penghormatan, dia berkata: “Yang Mulia, saya telah mendengar hal ini: ‘Mereka menyembelih makhluk hidup untuk Samana Gotama (yaitu Sang Buddha); Samana Gotama dengan sadar memakan daging yang dipersiapkan kepadanya dari binatang yang dibunuh untuk dirinya’…”; dan bertanya apakah hal ini memang benar.
Sang Buddha menyangkal hal ini, menambahkan “Jivaka, saya nyatakan bahwa dalam tiga hal daging tidak diijinkankan untuk dimakan: apabila dilihat, didengar atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) … Saya nyatakan bahwa dalam tiga hal daging diijinkan untuk dimakan: ketika tidak dilihat, didengar, atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) ….”

Mahavagga
4 jenis daging tertentu yang dilarang untuk dimakan oleh Sang Buddha adalah:
1. Daging manusia -> karena sudah sepantasnya bahwa manusia tidak memakan daging manusia
2. Daging gajah dan kuda -> karena hewan-hewan ini adalah binatang / kendaraan kerajaan pada kala itu
3. Daging anjing -> karena daging anjing (atau serigala) kotor dan kurang steril
4. Daging ular, singa, harimau, macan kumbang, beruang dan hyena -> karena cenderung akan menimbulkan bebauan (sinyal) yang mengkondisikan datangnya serangan dari binatang pada species yang sama itu.

Sutta Nipata 2.2
Disini Sang Buddha mengingat kembali suatu peristiwa pada kehidupannya yang lampau pada masa Buddha Kassapa. Buddha Kassapa adalah gurunya saat itu.
Pada suatu ketika saat seorang petapa sekte luar bertemu dengan Buddha Kassapa dan mencacinya karena makan daging, yang dikatakannya sebagai noda dibandingkan dengan konsumsi makanan vegetarian.
Buddha Kassapa membalas: “Membunuh … melukai …. mencuri, berbohong, menipu … berzinah; inilah noda. Bukan makan daging.
… Mereka yang kasar, sombong, memfitnah, curang, jahat … kikir … inilah noda. Bukan makan daging.
… Kemarahan, keangkuhan, sifat keras kepala, kebencian, penipuan, keirihatian, pembualan… inilah noda. Bukan makan daging.
… Mereka yang bermoral buruk, …. dengki … congkak … menjadi orang yang paling keji, melakukan perbuatan demikian, inilah noda. Bukan makan daging.”
Jadi, jawaban untuk judul di atas: Tak harus.

2 Tanggapan to “Haruskah Seorang Buddhist Menjadi Vegetarian?”

  1. mubarok9 said

    Agama budhi th agama apa ?

  2. Rudy said

    Zaman sekarang, semua daging yang kita makan emang khusus di ternak dan di bunuh untuk di jual kepada kita, jadi sudah melanggar salah satu ketetapan dari Sang Buddha yaitu bahwa makhluk hidup tersebut di sembelih khusus untuk kita makan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: